PURWOREJO â SMK Negeri 2 Purworejo terus memperkokoh langkahnya dalam menyelaraskan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Program Bantuan Pengembangan Pengajaran Berbasis Pabrik (Teaching Factory) SMK Tahun 2026, dengan materi Pengembangan Teaching Factory (TEFA) Berbasis Standar Industri dan Penyusunan Gagasan Awal Business Model Canvas (BMC) yang diikuti oleh tim pengembang TEFA dan jajaran pendidik SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperjelas arah tata kelola unit produksi sekolah agar tidak hanya mencetak produk berkualitas industri, melainkan juga memiliki tata kelola bisnis yang terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.
Hadir sebagai narasumber utama, pakar industri dari PT. Siap Cetak Inspiration Yogyakarta, Selamet Supriyadi. Dalam sesi pemaparannya, beliau membagikan wawasan mendalam mengenai alur kerja dan standar kualitas yang diterapkan di dunia usaha/dunia industri (DU/DI), serta membimbing para peserta dalam membedah komponen Business Model Canvas (BMC) sebagai fondasi bisnis TEFA di sekolah.
"Pengembangan TEFA yang berhasil harus diawali dari pemahaman pasar yang tepat. Melalui Business Model Canvas, sekolah dapat memetakan secara jelas siapa konsumen sasaran, nilai keunggulan produk (value proposition), hingga alur kemitraan dan pendapatan agar unit usaha sekolah dapat berjalan profesional layaknya industri sungguhan," ungkap Selamet Supriyadi.
Melalui kegiatan sosialisasi dan workshop perancangan BMC ini, SMK Negeri 2 Purworejo berkomitmen untuk melahirkan ekosistem pembelajaran berbasis produk nyata yang semakin matang, berdaya saing, dan siap mencetak lulusan dengan mentalitas wirausaha yang kuat.